GURU GIGIH ADALAH PEMANTIK PRESTASI

Ditulis Oleh Umi Fadilah, S.Pd.

Guru Biologi, MAN 3 Jombang, Jawa Timur

“Jika 5+2 adalah 7 maka 6+1 hasilnyapunjuga 7, itu artinya semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai sesuatu. Maka berjuanglah dengan maksimal, jangan pedulikan bagaimanahasilnya. Biarkan Allah yang menilai”.

Umi Fadilah, begitu nama lengkap saya. Anak pertama yang diharapkan selalu mendapat keutamaan. Lahir dari pasangan orang tua yang sangat sederhana, saya tumbuh sehatdari tetesan keringat bapak penjual pentol dankesabaran seorang ibu rumah tangga biasa. Meskipun orang tua saya tidak tamat SD, harapan dan semangatnya begitu besar mengantarkan pendidikan anaknya sampai lulus S1 Pendidikan Biologi di Universitas Jember, dengan jerih payah yang saya sadaripasti tidak mudah. Dilahirkan di Mojokerto,berdarah Jawa Timur telah saya tuntaskan pendidikan MI, MTs, MA dan S1 hingga menyandang profesi guru. Tidak dapat dipungkiri, jauh sebelum hari ini nampaknya hati kami sekeluarga sudah sejak lama tertaut pada madrasah. 

Secara tertulis saya diakui sebagai guru pada tahun 2015, namun misi sebagai guru telah jauh terpupuk sejak tahun 1999 saat saya masih duduk di bangku kelas satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki keinginan kuat untuk menjadi guru. Mungkin ini yang dinamakan cita-cita yang konsisten. Berjuang dari bawah dengan jalan yang terjal, beruntung saya memiliki orang tua yang mempunyai keinginan kuat,gigih dalam berusaha dan pro terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Sehingga berpeluh-peluh terlewati, berdarah darah diterjang dan bertetes-tetes air mata mengiringi proses saya.

 

Foto 1. Penganugerahan Sebagai Juara 1 Guru Berprestasi Jenjang Madrasah Aliyah Tingkat Kabupaten

Sejak januari 2024, mengawali pengabdian sebagai guru Biologi di satker baru. MAN 3 Jombang, sebuah madrasah populer seantero Jombang, madrasah dengan murid terbesar sekitar 2500 siswa. Beruntung dapat bergabung dengan sekolah yang begitu melimpah prestasinya. Mengawali prestasi sebagai Juara 2 Essay Tingkat Nasional 2024 dan menerima amanah sebagai wakil kepala perpustakaan, nampaknya adalah titik awal membangun semangat menjadi guru inspiratif dikemudian hari. Menjadi guru inspiratif adalah impian semua guru, begitupun saya. Bersama Acer saya ingin secara kontinue menginspirasi.

 

Foto 2. Penghargaan sebagai Juara 2 Esay Tingkat Nasional 2024

MAN 3 Jombang bukan sekolah pertama yang pernah saya tempati, ada 3 sekolah yang pernah saya tempati untuk mengabdi, ketiga sekolah tersebut sangat berkesan dan menjadi saksi perjuangan saya merintis prestasi. Mengawali karir sebagai guru honorer sejak tahun 2015 sampai 2018 di SMK Tarbiyatunnasyiin Jombang dan merangkap menjadi guru di MAN 7Jombang tahun 2017 sampai 2018. Sebagai guru saya berkomitmen untuk menjadi guru yang bukan hanya sekedar menguasai pengetahuan kognitif yang tinggi, menjadi guru yang bukan hanya sekedar bisa tepat waktu dan loyal kepada pimpinan, menjadi guru yang bukan sekedar sukses dalam mensejahterakan kehidupannya pasti membutuhkan rangkaian proses panjang yang membutuhkan konsistensi, komitmen, prinsip yang sudah mengakar melekat sebagai jati diri. 

Semangat belajar menjadi professional ditengah keterbatasan finansial sebagai honorer tentu merupakan sepenggal pengalaman dan warna kehidupan yang patut saya banggakan. Saya bukan guru abal-abal, menjadi berprestasi tidak perlu menunggu nanti, selagi ada kesempatan belajar dan mengambil peluang , mengapa tidak. Salah satu prestasi yang sangat saya prioritaskanadalah prestasi bidang riset, dimulai daripemberian kepercayaan sebagai Pembina KIR diMAN 7 Jombang dari tahun 2017 sampai 2018telah berhasil mengantarkan siswa berprestasi ilmiah. Ada 5 medali yang berhasil diraih dalam kurun waktu satu tahun. Empat medali lomba karya ilmiah tingkat provinsi dan 1 medali karya ilmiah tingkat kabupaten. Bahkan, pengalaman yang tidak terlupakan adalah ketika melalui prestasi riset, saya mampu mengantarkan MAN 7 Jombang menjadi Juara 1 Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah Riset Tingkat Jawa Timur. Sejak saat itu, MAN 7 Jombang secara legal mendapatkan label Madrasah Riset.

 

Foto 5. Mensukseskan MAN 7 Jombang sebagai Pemenang Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah Riset

Waktu yang singkat di MAN 7 Jombang terpaksa terhenti, karena tahun 2018 saya dinyatakan berhasil lolos seleksi CPNS. Tahun 2019 menjadi tahun pertama sebagai PNS di MAN 2 Tuban. Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya dengan semangat yang sama, saya harus tetap menjadi mata air ditempat baru. Membawa bekal pengalaman dari madrasah sebelumnya,tentu saya merasa percaya diri akan mampu memberikan manfaat ditugas baru. Sebesar apapun percaya diri, bukan bearti jalan baru akan mulus begitu saja. Sebagai PNS baru yang ditugaskan ditempat yang jauh dari domisili mengharuskan saya untuk secara cepat beradaptasi dengan perubahan situasi baik psikologis jauh dari keluarga, perbedaan lingkungan kerja, perbedaan sosial masyarakat,kondisi lingkungan beserta adat budaya yang melekat dan tentu sangat berbeda dengan daerah asal.

Tidak jauh berbeda dengan geliat semangat berprestasi dalam bidang riset di madrasah sebelumnya. Disini, di MAN 2 Tuban beruntung saya diberikan begitu banyak kepercayaan. Siapa sangka dengan portofolio singkat pengalaman dimadrasah sebelumnya, penulis mampu mendapatkan kepercayaan sebagai Pembina KIR di MAN 2 Tuban. Tak ingin mensia-siakan kesempatan, dengan kerja keras dan tantangan sulit saya melangkah maju. Potret ekstrakurikuler KIR MAN 2 Tuban dalam lima tahun terakhir bisa dibilang mengalami mati suri, karena prestasinya belum Nampak bahkan mungkin belum ada. Ini tantangan berat dan hal baru bagi siswa, sehingga motivasi dan role model adalah strategi pertama yang saya pilih untuk memikat hati, merebut antusiasme siswa menggobarkan budaya riset.

 

Bagi saya “Saya pantang menuntut siswa untuk menguasai suatu hal, sebelum saya mencobanya terlebih dahulu dan berhasil”. Melalui semangat ini, saya berusaha keras untuk memulai menuntut diri sendiri untuk mampumencetak prestasi agar nanti dapat sayagunakan sebagai role model bagi anak. Bersyukur Allah berpihak memudahkan jalansaya, tidak butuh waktu lama dari tahun 2019 sampai 2022 saya berhasil terpilih menjadi 20 pemakalah terbaik dalam Simposium Nasional GTK Madrasah 2019, Juara 1 LombaPenulis Berita 2020 Tingkat Kabupaten, Juara 1 Lomba Guru Berprestasi MA 2021 Tingkat Kabupaten, Instruktur Nasional Tindak Lanjut Hasil AKMI 2022, Juara Favorit Guru Berprestasi MA Nasional 2022, aktif sebagai pengelola jurnal MADARIS (2019-sekarang), dan Penulis Instrumen soal AKMI 2022 Literasi Sains. Berbagai prestasi yang saya dapatkan semata-mata untuk memberikan siswa role model yang konkrit, sehingga mereka optimsis berprestasi dan percaya diri karena dibimbing oleh guru-guru yang mempunyai kompetensi. 

Mungkin ada yang penasaran, seberapa panjang proses yang telah saya lalui sehingga terlihat begitu sering berhasil mencetak prestasi. Yah, jawabannya adalah tidak instan, prestasi ini adalah buah ketekunan dandidikan saat semasa sekolah. Jiwaberkompetensi memang sejak lama tumbuh,rasanya tiada tahun tanpa prestasi. Saya termasuk pribadi yang menyukai hal baru, termotivasi dengan tantangan sehinggaberbagai prestasi dengan minat dan bakatberbeda pernah saya dapatkan semasa sekolah. Dimulai dari juara melukis kaligrafi berkali-kali (dimulai sejak MA sampai di perguruan tinggi), juara menulis cerpentingkat provinsi sampai nasional (mulai MA sampai perguruan tinggi), pernah mendapatkan dana hibah senilai 50 juta penelitian dari DIKTI (saat di perguruan tinggi), juara lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi (saat masih menjadi guru di MAN 7 Jombang), juara 2 sunslik hijab hunt TRANS 7 audisi Surabaya 2017, dan juara 2 putri Muslimah Jawa Timur 2017.

Pentingnya guru memiliki prestasi adalah untukmeningkatkan kepercayaan siswa, untuk sumber inspirasi siswa, untuk mendapatkan banyak pengalaman yang dapat diberikan pada siswa,meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan meningkatkan semangat siswa untuk berani mengambil peluang untuk berprestasi. Menurut saya “Jangan sekali-kali berharap banyak pada hasil pencapaian siswa,selagi kita sebagai guru belum menjadi contoh bagi mereka.” Dengan bekal yang banyak, sayamampu dengan mudah mengarahkan perahuprestasi saya bersama anak-anak untukdilabuhkan di tanjung prestasi yang mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar